Rabu, 30 Mei 2012

5 Negara Terbaik ASEAN

5 Negara Terbaik ASEAN di Sektor Pariwisata

ASEAN atau yang lebih dikenal dengan sebutan Asia Pasifik kini menjadi perhatian dunia, perkumpulan Negara-Negara di Asia Tenggara ini bukan lagi negara yang tidak di anggap, kini Asean menjadi kekuatan baru di dunia. Dari beberapa negara di Asia Tenggara ada 5 negara yang menempati posisi tertinggi sebagai negara dengan daya saing sektor pariwisata dan perjalanan wisata (travel). Hal itu terungkap dalam laporan World Economic Forum (WEF) berjudul "The ASEAN Travel & Tourism Competitiveness Report 2012". Pemeringkatan ini merujuk pada hasil Travel and Tourisme Index (TTCI) yang menilai 139 negara di seluruh dunia. Kelima negara tersebut adalah:

1. Singapura
Negara kecil yang berpenghuni sekitar 5 juta jiwa ini mampu menjadi raksasa dunia, tidak heran kalau negara ini menjadi negara yang sangat maju di kawasan ASEAN, di dunia sendiri Singapura berada di peringkat 10 dalam sektor pariwisata.

Sebelum menjadi negara maju seperti sekarang ini, Lee Kuan You sebagai bapak Singapura pernah berkata yang kurang lebih seperti ini :
"Indonesia boleh saja memiliki Danau Toba, Indonesia juga memiliki Bali yang sangat tersohor di seluruh dunia, tapi sebelum para wisatawan ke Indonesia, mereka harus Transit kesingapura"
Walaupun redaksinya tidak seperti itu, namun substansinya sama, yaitu kita Indonesia bisa saja berbangga diri dengan keelokan alam dan kekayaan yang ada, namun sebelum para wisatawan pergi ke negara kita, mereka harus melewati negara kecil itu sebagai pintu masuk ke negara ketiga (Indonesia).
Benar saja, saat ini negara kita tidak ada apa-apanya di banding negara kecil itu, baik sektor ekonomi maupun wisata.

2. Malaysia
Negara yang berada di selat Malaka ini mulai berbenah diri, dan tidak tanggung-tanggung negri jiran ini menargetkan menjadi negara maju di dunia di tahun 2020, dan menargetkan peringkat 5 besar dunia di sektor pariwisata. Negara yang selalu ada dalam jadwal F1 dan GP1 ini sempat banyak belajar dari Indonesia di tahun 70 an.

Dengan perkembangan sangat pesat, negeri yang suka mengklaim budaya Indonesia ini juga sudah mampu menyalip Indonesia dari ketertinggalan dan berhasil menduduki peringkat 2 menjadi negara ASEAN yang mampu memikat hati warga dunia lainnya untuk berkunjung kesana.

3. Thailand
Sektor travel dan pariwisata tak hanya penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan budaya. Sektor ini juga merupakan penggambaran dari faktor kekuatan integrasi wilayah. Inilah yang mampu dirasakan oleh negara yang mendapat gelar nagara gajah putih itu. Dengan andalan pantai phuket dan pasar terapungnya, negeri ini mampu menduduki peringkat 3 di wilayah Asian Pasifik.

Pariwisata sudah mampu mengangkat taraf hidup masyarakat disana dan menjadi modal dalam pemberdayaan masyarakatnya.

4. Brunei Darussalam
Negara kaya raya ini terletak di bagian utara di pulau Kalimantan Indonesia. Dengan jumlah penduduk sekitar 300 ribuan dan mayoritas muslim, negeri ini mampu mensejahterakan rakyatnya. Sehingga tidak heran kalau hampir kehidupan di negeri ini tidak ada org miskin.

5. Indonesia
Indonesia yang pernah jaya di sektor ini dengan andalan Pulau Bali sebagai Pulau Dewata, justru hanya menempati posisi kelima diantara negara tetangga. Indonesia berada di bawah negara kecil namun kaya, Brunei Darussalam. Pada tahun 2011, Indonesia hanya mampu menjaring sekitar 7 jutaan wisatawan manca negara.

Di tingkat internasional, daya saing sektor travel dan pariwisata Indonesia berada di possi 74 dunia. Peringkat Indonesia tersebut hampir 7 kali lipat lebih rendah dibandingkan Singapura yang menempati posisi 10 dunia.
Sementara Malaysia dan Thailand yang berada di peringkat kedua dan ketiga ASEAN menempati posisi ke 35 dan 41 dunia. Malaysia yang terkenal dengan slogan Trully Asia berada dua kali lipat diatas posisi Indonesia.
Sementara negara-negara ASEAN yang berada di bawah peringkat Indonesia adalah Vietnam di posisi 80 dunia, Filipina (94), dan Kamboja (109).
Pada pemeringkatan ini, WEF menilai tingkat daya saing sektor travel dan pariwisata berdasarkan 14 kriteria utama. Kriteria itu adalah kebijakan dan aturan, keberlangsungan lingkungan, keselamatan dan keamanan, kesehatan dan higienitas, prioritas sektor travel dan pariwisata, infrastruktur angkutan udara, dan infrastruktur di darat.
Dengan meningkatkan konektivitas dan mobilitas, dua faktor utama sektor travel dan pariwisata bakal menciptakan identitas regional, masyarakat di kawasan Asia Tenggara bisa menciptakan cita rasa berbau ASEAN (Aseaness).
Tujuh kriteria lainnya adalah infrastruktur pariwisata, teknologi informasi, daya saing harga, sumber daya manusia, kedekatan dari sektor tersebut, sumber daya alami, dan sumber daya budaya.
Apa yang terbaik bagi sektor travel dan pariwisata akan berbuah baik juga bagi ekonomi. Begitu pula sebaliknya. Di luar warisan budaya dan alam yang dimiliki sebuah negara, pendorong utama pembangunan sektor travel dan pariwisata biasanya sama dengan sektor lainnya. Fakto utama itu diantaranya kualitas infrastruktur, kemudahan memulai bisnis, ketiadaan aksi kriminalitas, serta ketersedian dukungan fasilitas kesehatan.
Dari berbagai macam sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar